Ekonomi

54974_ilustrasi_mutual_fund_663_382 (1)

 

VIVAnews – Kepala Divisi Riset PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Poltak Hotradero, Jumat 24 Mei 2013, menyatakan bahwa dalam kurun satu dekade terakhir, pertumbuhan penerbitan obligasi Indonesia paling rendah di antara negara-negara ASEAN lainnya.
Padahal, kapitalisasi pasar saham di Indonesia berada di peringkat dua se-ASEAN.

“Indonesia masih kalah jauh dari Malaysia,” ujar Poltak dalam diskusi bertajuk “Kesiapan Ekonomi Negara di ASEAN Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)” di JCC Senayan, Jakarta.

Poltak menjelaskan, selama 2002-2012, pertumbuhan obligasi pemerintah Indonesia hanya sebesar 72,98 persen, yaitu dari US$53,3 miliar menjadi US$92,17 miliar.

Pertumbuhan ini masih di bawah negara-negara lain, seperti Malaysia 341,37 persen (dari US$44,36 miliar menjadi US$195,79 miliar), Filipina 251,96 persen (dari US$271,31 miliar menjadi US$86,29 miliar), dan Singapura 322,18 persen (dari US$33,47 miliar menjadi US$141,52 miliar).

Obligasi pemerintah Thailand bahkan tumbuh sebesar 446,84 persen, yaitu dari US$40,41 miliar menjadi US$220,98 miliar.

Sementara itu, untuk obligasi yang diterbitkan korporasi, Poltak melanjutkan, Indonesia tumbuh sebesar 697,5 persen, yaitu dari US$2,4 miliar menjadi US$19,14 miliar.

Obligasi korporasi Malaysia tumbuh sebesar 280,45 persen, dari US$34,47 miliar menjadi US$131,34 miliar. Filipina tumbuh sebesar 14.155,56 persen dari US$90 juta menjadi US$12,83 miliar.
Singapura tumbuh 267,15 persen dari US$27,67 miliar menjadi US$101,59 miliar. Sementara itu, Thailand tumbuh sebesar 785,38 persen dari US$6,5 miliar menjadi US$57,55 miliar.

Poltak menyayangkan posisi Indonesia dalam penerbitan obligasi pemerintah yang kalah dari beberapa negara ASEAN itu. “Padahal, Indonesia berada di peringkat kedua dalam kapitalisasi pasar,” kata dia.

Sekadar informasi, kapitalisasi pasar saham di Bursa Efek Indonesia senilai US$508 miliar. Posisinya di urutan kedua setelah Bursa Efek Singapura sebesar US$641 miliar.
Selanjutnya diikuti Bursa Malaysia sebesar US$504 miliar, Bursa Efek Thailand sebesar US$464 miliar, dan Bursa Efek Filipina US$262 miliar. (art)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: